Senin, Mei 20, 2024
BinkamBinmasHeadlineHumasMitra PolriPolisi Kita

Kapolres Nagan Raya Hadiri Peringatan 18 Tahun Bencana Gempa dan Tsunami

Tribratanewspolresnaganraya.com- Kapolres Nagan Raya AKBP Setiyawan Eko Prasetiya, S.H.,S.I.K. menghadiri acara peringatan 18 tahun tsunami Aceh yang di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya, Serta Melaksanakan doa dan mendengar ceramah bersama di Masjid Baitul Ilmi, Desa Lhok, Kecamatan Kuala Pesisir, kabupaten Nagan Raya, Senin (26/12/2022).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pj. (Pj) Bupati Nagan Raya, Fitriany Farhas, AP, S.Sos, M.Si, Ketua DPRK Nagan Raya, Dandim 0116/Nagan Raya, serta Ratusan Warga berbaur dengan Forkopimda memadati lokasi peringatan Tsunami.

Kapolres mengatakan pihaknya telah menurunkan personel untuk menjaga jalannya peringatan 18 Tahun bencana gempa dan Tsunami di Aceh. “Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang hadir pada kegiatan tersebut, kita telah mempersiapkan personel pengamanan yang di sebar dilokasi acara,”

Pada sambutan,(Pj) Bupati Nagan Raya, Fitriany Farhas, AP, S.Sos, M.Si menyampaikan bahwa tragedi musibah gempa tsunami yang terjadi pada Minggu (26/12/2004) lalu merupakan hal yang paling menyedihkan, terutama untuk pribadinya sendiri.

“Jika mengingat gempa dan tsunami Aceh, saya pribadi sangat terpukul. Dimana banyak orang-orang terkasih dan tercinta kita harus hilang ketika tsunami menerjang,” kata nya.

Kata tsunami, ujar nya, tiba-tiba menjadi sangat akrab bagi masyarakat Aceh, bencana gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan Aceh dan sebagian negara tetangga benar-benar membuat dunia tersentak dan bahkan sangat berduka.

“Pada saat melihat musibah, kita dilarang berprasangka buruk kepada Allah yang mengatur bumi dan alam semesta ini. Kita yakin semua peristiwa baik kenikmatan maupun bencana yang ada di dunia merupakan ketentuan Allah dan tentunya terkandung banyak hikmah dibalik itu semua,” ucapnya.

oleh karenanya, bersikaplah positif ketika menghadapi masalah dan musibah bencana alam. Betapapun besarnya musibah, kita harus bersikap baik, arif, bijaksana dan mari mendekatkan diri kepada Allah, Hal ini supaya tidak terlalu berduka terhadap musibah yang menimpa dan juga tidak terlalu riang terhadap apa yang telah diperoleh dari sebuah kenikmatan dan keberhasilan.

Hari ini, di samping mengenang kembali tsunami 18 tahun yang lalu, ada tsunami yang lebih dahsyat menimpa Aceh, yaitu tsunami moral yang telah menggeser moral remaja dan pemuda ke dalam dekadensi moral, narkoba dan pergaulan bebas.

“Hal ini tidak terlepas dari tanggungjawab kita sebagai orang tua untuk mendidik anak-anak kita di samping juga tanggungjawab pemerintah secara umum,” tutur nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *