Sabtu, Juli 13, 2024
BinmasHeadlineHumasMitra PolriPolisi Kita

Wakapolres Nagan Raya Hadiri Acara Rembuk Stunting yang Digelar Oleh Pj Bupati Nagan Raya

Tribratanewspolresnaganraya.com-  Wakapolres Nagan Raya Kompol Eko Baskara Saputra, S.I.K. Hadiri Acara Rembuk Stunting yang Digelar Oleh Pj Bupati Nagan Raya Dalam rangka mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan stunting, Pemkab Nagan Raya melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten tahun 2023.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Pj Bupati Nagan Raya Fitriany Farhas AP. S.Sos., M.SI. Acara ini berlangsung di Aula Utama Lt 2 Bappeda Kabupaten Nagan Raya, Suka Makmue, kabupaten Nagan Raya, Rabu (05/04/2023).

Dalam sambutannya, Pj Bupati Mengajak Semua Masyarakat Untuk membantu Keluarga Beresiko Stunting, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya telah melakukan berbagai upaya penanganan sensitif antara lain seperti pembangunan air Bersih dan sanitasi yang telah dibangun pada desa-desa lokus.

Di samping itu, lanjut Pj Bupati, penanganan kasus stunting secara spesifik dengan cara pengobatan dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada kasus gizi buruk dan gizi kurang.

Dalam penentuan lokus pada tahun 2023 Kemendagri menetapkan cara penentuan lokus dengan menggunakan data dari Dinas Kesehatan dan data dari DPMGP4 yaitu jumlah kasus, prevalensi, pelayanan kesehatan, dan keluarga beresiko Stunting.

“Mari kita bersama-sama berembuk untuk menyusun strategi percepatan penurunan Stunting di tahun 2023, dengan menetapkan berbagai kegiatan yang nantinya di tuangkan dalam kegiatan pekerjaan masing-masing SKPK sesuai petunjuk yang telah di tetapkan,” tutup Pj Bupati.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Nagan Raya, Hj. Siti Zaidar, S.ST., M.Km. melaporkan pada penentuan lokus tahun 2023 ini, Bappeda dan Dinas Kesehatan kembali menetapkan 30 desa lokus seperti tahun sebelumnya.

Menurut Zaidar, yang membedakan penetuan lokus kali ini adalah adanya data keluarga bersiko stunting dari Dinas PMGP4 Kabupaten Nagan Raya dan data dukung lainnya dari SKPK terkait, yang dituangkan dalam form analisa situasi yang telah disiapkan oleh Kemendagri.

“Ini adalah tantangan untuk kita semua sebagai upaya intervesi percepatan penuruan stunting secara konferhensif,” Zaidar.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan acara Diskusi dan penandatanganan Momentum of Understanding (MoU), komitmen bersama antara Para Forkopimda dan Kepala OPD dalam rangka pencegahan dan penanggulangan stunting.

Kegiatan ini turut dihadiri Unsur Forkopimda, Para Kepala OPD, Para Camat dan Perwakilan Keuchik Gampong serta undangan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *